TUNTUNAN SHOLAT (1)
1.
Doa Iftitah.
Doa Iftitah ini yang
dicontohkan oleh Nabi SAW adalah banyak macamnya. Diantaranya :
اَللّهُمَّ بَاعِدْ
بَيْنِى وَ بَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ اْلمَشْرِقِ وَاْلمَغْرِبِ.
اَللّهُمَّ نَقّنِى مِنَ اْلخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ
الدَّنَسِ. اَللّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِاْلمَاءِ وَالثَّلْجِ وَاْلبَرَدِ.
a.
Ya Allah,
jauhkanlah antaraku dan antara kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan
antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari kesalahan-kesalahan
sebagaimana kain yang putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah
kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun. [HR. Bukhari dari Abu Hurairah, Juz I : 181].
اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَاْلحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا، وَ سُبْحَانَ
اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً
b.
Allah
Maha Besar dari segala yang besar, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
dan Maha suci Allah diwaktu pagi dan petang
2. Membaca
Ta’awwudz
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
Aku
berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk
Keterangan :
Dari ayat 98 surat
An-Nahl di atas, ada ulama yang memahami bahwa membaca ta'awwudz itu perlu pada
tiap-tiap rekaat.
Tetapi ada pula yang berpendapat bahwa ta'awwudz
itu cukup pada reka'at yang pertama saja, karena dalam satu shalat walaupun ada
beberapa kali bacaan Al-Qur'an, tetapi semuanya itu dalam satu ibadat saja,
lagi pula hadits-hadits tentang ta'awwudz itu semuanya menunjuk-kan untuk
reka'at yang pertama saja.
3. Membaca
Basmalah
بِبِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ
الرَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Allah Maha
Pengasih Maha Penyayang
4. Membaca
Al-Fatihah
Arti :
1.
Dengan
menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
2.
Segala
puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
3.
Maha
Pemurah lagi Maha Penyayang.
4.
Yang
menguasai di hari Pembalasan
5.
Hanya
Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan
6.
Tunjukilah
Kami jalan yang lurus,
7.
(yaitu)
jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan)
mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
- Tidak sah sholat seseorang tanpa membaca Al-Fatihah
5. Membaca
Surat/Ayat Al-qur'an
6. Ruku’
سُبْحَانَ
رَبّيَ اْلعَظِيْمِ
Maha suci Tuhanku yang Maha Besar
7.
Bangkit dari Ruku’ dan I’tidal
Apabila telah selesai ruku', maka hendaklah kita
bangkit dari ruku' dengan mengangkat dua tangan hingga sejajar dengan dua
bahu/telinga sambil mengucapkan
(Semoga Allah mendengar bagi orang yang memuji-Nya) سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
8.
Sujud
Kita
letakkan dua lutut terlebih dahulu, lantas disusul dengan meletakkan dua tapak
tangan, kemudian dahi dan hidung. Jari-jari tangan dirapatkan dan siku
direnggangkan (dijauhkan) dari rusuk serta jari-jari kaki dipancatkan ke bumi.
Jadi sujud ini dilakukan oleh dahi dan hidung, kedua tapak tangan, kedua lutut
dan kedua ujung jari-jari kaki. (Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi) سُبْحَانَ رَبّيَ اْلاَعْلَى
Komentar
Posting Komentar